RSS

Ketika Terdzalimi Jadikan Sholat dan Sabar Sebagai Penolongmu


Yieeahhh finally, bisa menyempatkan diri untuk mengupdate blog ini...kali ini saya ingin cerita tentang kejadian di kantor, yaah tentang seseorang..uppss wait kaenya bukan seseorang melainkan dua orang yang lumayan membuat air mata saya siang ini mengalir..so drama queen siy..tapi memang ketika kata-kata sudah tidak dapat terucap, ketika hati terlalu abegitu sakit..hanya itu yang dapat saya lakukan. 
Dalam hati hanya menguatkan diri, dan teringat dengan ayat Alquran dalam surat Al baqarah, saya luapa ayat berapa yang berbunyi “Jadikanlah sholat dan sabar sebagai penolongmu”....yaah dalam waktu seketika karena pas waktu menunjukkan pukul 1 siang setelah makan siang dan saya belum sholat dzuhur, saya langsung ngacir wudhu dan sholat. Jadi cerita awalnya adalah....suatu hari tiba-tiba ketika saya tidak dimeja, IT support saya sebut saja (R) telah menukar telp. Yang ada dimeja saya dengan telp. Admin officer (M) saya tanpa sepengetahuan saya. 

Ketika saya kembali ke meja saya baru IT support saya bilang bahwa M minta tukeran telp., karena saya sebeel saya bilang langsung keluar lagi dan langsung sholat...kalo nggak salah saya langsung sholat ashar. Ketika kembali saya melihat telp.nya tidak jadi dituker. Kemudian, hari ini setelah makan siang IT support saya kembali bilang ke saya, kalo M minta tukeran telp. Lalu saya bilang nggak mau. Tapi dalam hati saya kepikiran dan pingin email ke IT support saya, kenapa mau tukeran telp? Dan kenapa harus dia yang bilang ke saya, kenapa bukan orang yang bersangkutan langsung bilang ke saya kalo dia pingin tukeran telp. Kalo hubungan saya dengan M tidak baik atau tidak dekat, saya masih bisa maklumi. 

Tapi ini qta sering jalan bareng, curhat bareng, bahkan nongkrong bareng....mungkin karena dia ngerasa nggak enak sebenarnya tentang tuker2an telp. Tapi menurut saya childlish ajah tidak berani ngomong langsung ke saya. Baru dalam pikiran saya akan menanyakan dan email ke IT support saya tentang hal itu, tiba-tiba bosnya M datang ke tempat saya langsung nuker telepon saya, dan langsung bilang ini telp.nya di tuker yaah.... Nyeseekkkk bangets...bukan nyesek karena BOSnya M, tapi saya sedih dengan kelakuannya IT support saya dan tentu saya M. Sebenernya apa siy alasan dia tuker2 telp. ? karena ada caller Idnya ? kenapa baru sekarang isu ini ke raise? Dari dulu kemana ajah? Siapa siy yg reseh tiba2 sadar kalo telp. Saya ada caller IDnya? Aduuuhh saat menuliskan ini rasanya saya ingin menangis lagi.....entahlaahh terlalu lebaay mungkin....tapi itulaah saya... Hanya 1 hal yang saya pegang, Tuhan atau Allah itu Maha Adil...segala kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan sebaliknya..jadi ketika seseorang jahad atau mendzalimi saya, yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa dan memohon kekuatan kepada Allah untuk diberikan hati yang lapang. Sampai disini dulu curhatan saya..mau pulang hehehehehe....c u
Read More!

Perkembangan Telnologi Informasi dan Komunikasi


Alooow my lovely blog....its long time not to be here . Honestly, bukan karena lupa atau nggak ada bahan untuk di sharing di blog ini....malah banyak banget hal yang pingin disharing dan sering kali semua kata-katanya udah ke save di pikiran, tapi entah karena otak kanan dan kiri yang kadang gak singkron dan membuat mood menulis tiba-tiba menjadi lenyap seketika, atau karena lagi pingin menikmati segala sesuatu yg terjadi hanya untu pribadi dan tidak diperkenankan untuk umum, atau karena saya tidak punya management waktu yang baik, jadi terkadang sudah tidak punya waktu lagi untuk menulis blog ini...padahal kesibukan main dan kerja pun masih dalam keadaan balance. Well, cukup mukadimahnya....hehehehe... 

Topik penulisan kali ini sangat berbeda dengan tulisan-tulisan yang biasa saya share diblog, karena tulisan seperti ini biasanya saya share langsung di scribd. Tapi karena ada temen yang sedang galau dengan tugas kuliahnya, so dia mengamatkan tugasnya ke saya alias minta di bikinin...hehehehe....well daripada mukadimahnya makin panjang dan akan semakin tidak jelas arahnya, lets start the point . Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang perkembangan teknologi komunikasi, khususnya di Indonesia, karena kebetulan Tuhan menakdirkan saya sejak lahir sampai detik ini berada di negara yg “Indah” ini :P. 

Well, ketika mendengar kata teknologi tentu yang paling umum ada dipikiran kita adalah teknologi informasi dan komunikasi. Bahkan ketika saya bertanya dengan beberapa teman yang sebaya*, mereka menyebutkan teknologi adalah telepon, internet, iphone, BB, dan sebagainya. Tidak ada yang salah dengan jawaban tersebut, hanya saja kurang tepat . Telepon, internet, iphone, BB, dan sebagainya memang merupakan alat-alat yang merupakan wujud dari teknologi yaitu teknologi komunikasi. Secara teoritis pengertian “Teknologi adalah merupakan perkembangan suatu media / alat yang dapat digunakan dengan lebih efisien guna memproses serta mengendalikan suatu masalah”. Jadi teknologi bukan hanya terbatas pada wujud BB, Iphone atau Ipod yang saat ini sedang marak-maraknya digunakan oleh semua kalangan dan semua umur (bahkan mungkin bayi baru lahir sudah dikenalkan dengan gadget-gadget tersebut :P). Semua alat atau media yang dapat digunakan untuk membuat suatu proses menjadi lebih efisien dan dapat mengendalikan sebuah proses, maka alat atau media tersebut dapat dinobatkan sebagai teknologi. Teknologi penerbangan, teknologi kedokteran, teknologi pertanian, teknologi industri, dan sebagainya. Sedangkan teknologi informasi dan komunikasi atau sering dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), merupakan istilah umum yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses, menyampaikan informasi, manipulasi informasi dan komunikasi dan juga sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup dua aspek yaitu Teknologi Informasi (TI) dan Teknologi Komunikasi. Dalam penggunaannya TI sering diasumsikan identik dengan ICT. Namun ICT sebenarnya meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. 

Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang terutama di Indonesia. Dahulu kebutuhan pokok manusia adalah papan dan sandang, namun sekarang ini ICT juga dinobatkan sebagai kebutuhan pokok manusia. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi atau ICT kita lebih mudah mendapatkan informasi yang kita butuhkan di mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Perkembangan ICT yang begitu pesat membuat jarak dan waktu bukanlah masalah yang berarti untuk mendapatkan ilmu, informasi, bahkan hiburan. 

Di Indonesia perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dimulai dengan hadirnya Satelit Palapa yang memudahkan arus komunikasi dan teknologi. Indonesia merupakan negara yang mempunyai ketersediaan infrastruktur komunikasi yang dapat dikatakan masih minim dibanding dengan negara-negara tetangga terdekat seperti Singapura dan Malaysia. Salah satu yang dapat dengan jelas terlihat adalah dari kemudahaan untuk mengakses internet dengan fasilitas Wifi diberbagai tempat dinegara-negara tetangga dengan gratis. Di Jakarta yang merupakan ibu kota negara Indonesia, hanya tempat – tempat tertentu yang punya potensi ekonomi yang menyediakan fasilitas Wifi, apalagi di daerah-daerah yang masih terpencil selain pulau Jawa dan Bali terkadang masih sangat sulit untuk mendapatkan fasilitas intertnet, jangakan untuk yang gratis, untuk yang bayar saja kecepatan aksesnya sering kali terhambat. Hal ini mengakibatkan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan menjadi sangat terbatas. Hal ini dikarenakan di Indonesia penyebaran teknologi informasi dan komunikasi belum merata. Dan saat ini hanya di kota-kota besar saja yang mendapatkan kemudahan untuk menikmati dan memanfaatkan fasilitas tersebut. 

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang sebelum mengenal adanya internet. Di bidang pendidikan, inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke berbagai satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini merupakan wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, saat ini berbagai proses penyebaran dan mendapatkan informasi dapat diperoleh melalui media internet. 

Media internet merupakan salah satu kunci untuk membuat dunia pendidikan di Indonesia mempunyai standar yang sama dengan negara lain, paling tidak dapat bersaing dengan negara lain. Dengan pengunaan internet, pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup efektif untuk diterapkan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. Namun kurang ketersediaannya infrastruktur yang belum begitu memadai mengakibatkan penggunaan teknologi internet dibidang pendidikan di Indonesia pun belum merata. 

Sumber : 
http://situsonline.com/2010/10/10/perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi
Read More!

WANTED : COWO SETIA :D


Inspirasi saya menuliskan tema kali ini adalah setelah saya membaca salah satu bukunya Erbe Sentanu “Quantum Ikhlas”, buku yang sangat bagus untuk dibaca dan dipraktekkan, setelah mendengar curhatan dari 2 orang teman yang secara kebetulan 1 laki-laki dan 1 wanita tentang kebimbangan mereka dalam memilih pasangannya. Tema ini sebenarnya tema yang sangat luas sekali. Untuk itu saya tidak dapat menuliskan semua yang saya pikirkan, karena keterbatasan waktu dan ruang….hehehehe…(gaiyaa bgd yaah :P)


Setiap orang pasti punya kriteria sendiri dalam memilih pasangannya. Secara garis besar biasanya orang menetapkan kriterianya berdasarkan (1) Agama & Akhlaknya yaitu se-iman, (2) Fisiknya yaitu ganteng/cantik (Putih, Tinggi, SixPack/Langsing), (3) Statusnya yaitu gadis, janda, duda atau bujang, (4) Kesetaraannya yaitu tajir/kaya (anak pejabat/anak konglomerat), smart/pinter, tingkat pendidikan, etc. Setiap orang berhak pun menentukan mana yang jadi kriteria utama dalam memilih pasangannya. Ada yang menentukan bahwa kriteria utamanya adalah kekayaannya, dan agama di nomor duakan atau di nomor 3-kan, adapula yang memilih agama sebagai kriteria utama dalam memilih pasangannya. Saya yakin tentunya semua orang termasuk saya sendiri pasti ingin mendapatkan pasangan yang dengan kriteria yang bagus-bagus, tetapi kita harus ingat bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, hanya Allah SWT lah yang Maha Sempurna. Dan janganlah mencari pasangan yang sempurna, tetapi carilah pasangan yang saling menyempurnakan :D 

Well, kalo di agama Islam beberapa kriteria atau tolak ukur untuk memilih pasangan adalah sebagai berikut :



Untuk Laki-laki :
Rasulullah SAW bersabda :
“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia” (Muttafaqun ‘Alaihi)

“Janganlah kalian menikahi perempuan karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu membuatnya hancur. Jangan pula menikahi mereka karena hartanya, karena adakalanya harta tersebut membuatnya berlaku dzalim. Akan tetapi, nikahilah mereka karena ketaatannya dalam menjalankan agamanya. Sungguh perempuan yang cacat telinga dan hidungnya lagi hitam tetapi taat dalam beragama jauh lebih utama” (HR Ibnu Majah)

Untuk Wanita :
“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang agama dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan” (HR At Tirmidzi)

“Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya” 

Sebagian besar orang mungkin memilih Agama/Akhlaknya sebagai kriteria utama dalam menentukan pasangannya. Jadi untuk hal tersebut saya rasa merupakan syarat syahnya setiap orang dalam memilih pasangannya. Walaupun hal tersebut tidak berlaku untuk orang – orang yang berpikiran liberalis. Tetapi untuk ditulisan ini anggaplah kalo kriteria Se-iman itu adalah hal yang mutlak.

Berdasarkan hasil pengalaman curhatan dari teman, sebagian besar dari mereka akan memilih seseorang untuk dijadikan pasangannya berdasarkan tingkat kenyamanannya (nyambung diajak ngobrol/enak diajak ngobrol). 

Menurut saya apapun yang dijadikan sebagai kriteria atau tolak ukur seseorang dalam memilih pasangannya tidak ada yang salah, yang terpenting adalah kriteria yang telah ditetapkan itu memiliki tujuan. Tujuan yang bukan hanya diinginkan tetapi tujuan yang sebenarnya. Yang harus diingat lagi adalah tujuan PALING PENTING saat kita memiliki atau memilih pasangan adalah KEBAHAGIAAN.

Untuk itu saat kita ingin menentukan kriteria cobalah untuk bertanya pada diri kita sendiri, sebenarnya apa yang dapat membuat kita bahagia? Pasangan yang cantikkah? Pasangan yang tajirkah? Pasangan yang pendidikannya S1/S3 kah? Pasangan yang mapankah? Pasangan yang pintarkah?

Dan yaah saya pun berpikir ulang dan bertanya kembali kepada diri saya, apakah kriteria yang selama ini saya tetapkan dapat membuat saya bahagia??? Kemudian saya bertanya kembali kepada diri saya kriteria apa yang sebenarnya saya inginkan yang dapat membuat saya bahagia???

Yaaap alhamdulilaah akhirnya saya menemukan jawabannya….yaitu KESETIAAN, mengapa saya memilih KESETIAAN yang dapat membuat saya bahagia?

Beberapa waktu lalu, kriteria utama yang saya inginkan adalah kemapanan. Karena saya pikir dengan kemapanan bisa membuat saya bahagia, saya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ketika berumah tangga dan bisa membesarkan anak-anak saya dengan gizi yang tinggi dan pendidikan yang bertaraf internasional. Tetapi kemudian bertanya kepada diri saya, bagaimana jika dia MAPAN tetapi dia selingkuh ??? Apa saya akan bahagia???

Mmm walaupun saya sebenarnya tidak pernah menetapkan SMART sebagai salah satu kriteria yang saya inginkan dalam memilih pasangan, entah mengapa IMAGE saya di mata teman-teman saya bahwa kriteria pasangan yang saya inginkan adalah seseorang yang SMART,hehehehe…ono2 wae….sampai2 ada teman saya yang pernah mengeluh dan bilang “duh eka, temen-temen gw gak ada yang pinter” jiyaaahhhh padahal mah nggak ngaruh…Cuma emang dulu kebetulan ajah pacar pertama saya adalah salah satu anak yang berprestasi di sekolah. Mungkin memang dengan pasangan yang SMART komunikasi bisa lebih lancar, lebih nyambung, tetapi apakah lebih penting sebuah komunikasi yang nyambung di banding dengan sebuah kesetiaan???

Intinya untuk saya, tidak masalah dia tidak mapan karena kemapanan dapat dipikul bersama-sama dan saya yakin Allah akan membukakan pintu rejekinya jika hambanya mau berdoa dan berusaha (Al- Mukmin : 60 & Al – Baqorah : 261). Tidak masalah dia tidak ganteng, karena inner beauty itu jauh lebih terlihat dibanding dengan kegantengan fisik, saya yakin orang yang sering berwudhu dan dekat dengan TuhanNya akan dapat memancarkan cahaya yang luar biasa. Tidak masalah dia kaku, karena kekakuan itu pasti bisa luntur seiring dengan perhatian yang kita miliki. 

Kesetiaan kepada Allah SWT, kesetiaan kepada pasangannya, kesetiaan kepada keluarganya, adalah hal dapat membuat saya bahagia dalam memilih pasangan.

Dengan kesetiaan dia dapat menerima bagaimana pun keadaaan kita, begitu pun sebaliknya. Dan yaah saat saya menuliskan ini saya baru menyadari mungkin tidak ada kelebihan yang saya miliki selain kesetiaan, mungkin itu juga yang membuat saya memilih kesetiaan sebagai kriteria utama dalam memilih pasangan. Bagaimana dengan Anda??? Apa kriteria yang telah Anda tetapkan dalam memilih pasangan??? Apakah kriteria yang Anda tetapkan dapat membuat Anda bahagia??? ;)
Read More!

Format of Audit Experiences CV Writing


Beberapa waktu lalu junior saya menanyakan bagaimana siy format untuk menuliskan pengalaman audit di CV (Daftar Riwayat Hidup). Oleh karena itu, di blog kali ini saya ingin berbagi informasi tentang format yang saya gunakan untuk menuliskan pengalaman audit saya di CV. Bentuk format ini pun mungkin bukan yang terbaik, oleh karena itu jika teman-teman ada yang memiliki format yang lebih bagus, mohon masukannya ;;)

Junior saya menanyakan mengapa kita harus menuliskan nama-nama perusahaan yang pernah kita audit? Menurut saya pribadi, penulisan tentang pengalaman audit itu penting di attach di CV agar user (pembaca CV kita) dapat dengan mudah mengetahui pengalaman yang pernah kita miliki yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyeleksi CV kita. How about you ? ;)

Disini saya mengattachnya dengan menggunakan PDF, jika ada yang membutuhkan format wordnya, silahkan hubungi saya melalui email, facebook, atau twitter. 
Semoga bermanfaat yaah :)
Read More!

# Customized by : eKa daSwinDar ® Copyright June, 2011 Redesign Feb, 2014. All rights reserved #
} }